Friday, January 10, 2014

Cara Buat Animasi Dengan Flash


Membuat animasi lampu lilin dengan macromedia flash 
Halo Gan.. ?? Kali ini saya akan membahas cara membuat animasi dengan menggunakan Macromedia lash.. Awalnya sih saya sendiri ngak percaya kalo saya bisa membuat anisasi, tapi setelah saya coba, coba dan terus mencoba hehe :D dan akhirnya saya bisa membuat animasi tersebut,, tapi yang saya posting kali ini hanya untuk pemula animasi sih,, hehe .. nah kalo uda bisa kuasai ini nanti saya buat bagi yang part II.. Good luck..
Tahap pertama kita membuat animasi api, kita non aktifkan dulu stroke color pada kotak tools sebela Kanan bawah, lalu pilih oval tool, klik oval tool kemudian fiil color kita gunakan gradien pada kotak color mixer seblah kanan, aktifkan fill colornya, Type pilih linear lalu pilih warna kiri kuning dan kanan merah kemudian klik and drak dilembaran scene membuat lingkaran
Kemudian gambar lingkaran ini kita bentuk seperti api dengan caramengklik and drack dari bagian sisi lingkar pada gambar lingkaran sehingga berbentuk seperti gambar dibawah ini.
Selanjutnya klik kanan frame ke 10 pada area frame di timeline,lalu klik insert keyframe, kemudian kita blog dari frame 1 sampai 10, pilih shape pada kotak tween yang berada di properties disebelah bawah.

Kemudian kita klik frame ke 5 pada area frame di timeline, lalu kita rubah tingginya menggunakanfree transform tool, tarik bagian atasnya dengan cara mengklik and drack salah satu titik bagian atasnya.
Untuk gerakan api kita klik frame 10 kemudian frame 1 klik kanan copy frame lalu frame 10 klik kanan paste frame, berarti kita sudah membuat 3 buah key, pertama di frame 1 api rendah, di frame 5 api tinggi dan di frame 10 api rendah (sama dengan frame 1)
kemudian kita menambah layer untuk membuat batang lilinnya dengan cara klik insrt layer

selanjutnya kita seting dahulu warna gradient nya pada kotak tools, pertama pilih rectangle tool atau kotak , lalu stroke color kita matikan , fill color pilih gradient kemudian kita sesuaikan warnanya lihat gambar dibawah ini
kemudian kita bentuk batang lilinnya diarea scene dengan cara klik and drack seperti gambar dibawah ini

Semoga berhasil ya Gan,, :D

"GOOD LUCK"

Merasa minder karna gk punya BBMan?? tenang aja Gan sekarang di labtop juga bisa BBMan lhoo,, Mau tau caranya gimna?? klik di sini aja Gan,,,!!!

Mau jadi programer JAVA? Klik di sini..!!

Wednesday, January 8, 2014

Cara Membuat Film

Cara Membuat Film
CaraMembuat Film. Sebelum MembuatFilm langkah awal yang harus ditentukan adalah membuat cerita dan menentukan tujuan pembuatanfilm itu sendiri. Seperti sebagai hiburan, untuk mengangkat fenomena, sebagai pembelajaran dan pendidikan, untuk dokumenter, ataukah untuk menyampaikan pesan dan moral tertentu. Tujuan ini sangat penting agar nantinya pembuatan film lebih terfokus, sesuai dan terarah.


Langkah yang harus ditempuh untuk membuat sebuah film harus melewati beberapa langkah untuk tahapan proses pembuatan film agar bisa selesai. Berikut adalah tahapan yang harus ditempuh :
  1. Tahap Pra Produksi
  2. Tahap Produksi
  3. Tahap Pasca Produksi

TAHAP PRA PRODUKSI
Menganalisa Ide Cerita
Sebelum membuat cerita film, kita harus menentukan tujuan pembuatan film. Jika tujuan telah ditentukan maka semua detail cerita dan pembuatan film akan terlihat dan lebih mudah. Jika perlu diadakan observasi dan pengumpulan data.

Bisa dengan membaca buku, artikel atau bertanya langsung kepada sumbernya. Ide film dapat diperoleh dari berbagai macam sumber antara lain: 
  • Pengalaman pribadi penulis yang menghebohkan. 
  • Percakapan atau aktivitas sehari-hari yang menarik untuk di film kan. 
  • Cerita rakyat atau dongeng. 
  • Biografi seorang terkenal atau berjasa. 
  • Adaptasi dari cerita di komik, cerpen, atau novel. 
  • Dari kajian musik, dll

Menyiapkan Naskah Skenario
Jika penulis naskah sulit mengarang suatu cerita, maka dapat mengambil cerita dari cerpen, novel atau pun film yang sudah ada dengan diberi adaptasi yang lain. Setelah naskah disusun maka perlu diadakan Break down naskah. Break down naskah dilakukan untuk mempelajari rincian cerita yang akan dibuat film. 

Merekrut Pekerja FIlm
  • Menyeleksi kru dari tiap departemen. 
  • Menentukan kru dari hasil show reel ( report produksi). 
  • Menetapkan komposisi kru berdasarkan anggaran. 
  • Menyusun tim produksi. 

1. Tim Non Artistik yang meliputi : 
  • Producer 
  • Executive Producer 
  • Line Producer 
  • Production Manager dan Unit Manager

2. Tim Artistik yang meliputi 
  • Sutradara, Asisten Sutradara dan Pencatat Skrip 
  • Penata Kamera, Asisten Kamera dan Still Photo 
  • Penata Artistik, Penata Rias dan Busana 
  • Penata Lampu 
  • Penata Suara da Penata Musik 
  • Penata Editing

Menyusun Jadwal dan Budgeting
Jadwal disusun secara rinci dan detail, kapan, siapa saja, biaya dan peralatan apa saja yang diperlukan, dimana serta batas waktunya. Termasuk jadwal pengambilan gambar juga, scene dan shot keberapayang harus diambil kapan dan dimana serta artisnya siapa. Lokasi sangat menentukan jadwal pengambilan gambar. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyusun alokasi biaya: 
  • Penggandaan naskah skenario film untuk kru dan pemain. 
  • Penyediaan kaset video. 
  • Penyediaan CD blank sejumlah yang diinginkan. 
  • Penyediaan property, kostum, make-up. 
  • Honor untuk pemain, konsumsi. 
  • Akomodasi dan transportasi. 
  • Menyewa alat jika tidak tersedia.
Hunting Lokasi
Memilih dan mencari lokasi/setting pengambilan gambar sesuai naskah. Untuk pengambilan gambar di tempat umum biasanya memerlukan surat ijin tertentu. Akan sangat mengganggu jalannya shooting jika tiba-tiba diusir dipertengahan pengambilan gambar karena tidak memiliki ijin.

Dalam hunting lokasi perlu diperhatikan berbagai resiko seperti akomodasi, transportasi, keamanan saat shooting, tersedianya sumber listrik, dll. Setting yang telah ditentukan skenario harus betul-betul layak dan tidak menyulitkan pada saat produksi. Jika biaya produksi kecil, maka tidak perlu tempat yang jauh dan memakan banyak biaya.

Menyiapkan kostum dan Property
Memilih dan mencari pakaian yang akan dikenakan tokoh cerita beserta propertinya. Kostum dapat diperoleh dengan mendatangkan desainer khusus ataupun cukup membeli atau menyewa namun disesuaikan dengan cerita skenario. Kelengkapan produksi menjadi tanggung jawab tim property dan artistik.

Menyiapkan Peralatan
Untuk mendapatkan hasil film/video yang baik maka diperlukan peralatan yang lengkap dan berkualitas. Peralatan yang diperlukan antara lain : 
  • Clipboard. 
  • Proyektor. 
  • Lampu. 
  • Kabel Roll. 
  • TV Monitor. 
  • Kamera video S-VHS atau Handycam. 
  • Pita/Tape. 
  • Mikrophone clip-on wireless. 
  • Tripod Kamera. 
  • Tripod Lampu.

Casting Pemain
Memilih dan mencari pemain yang memerankan tokoh dalam cerita film. Dapat dipilih langsung atau pun dicasting terlebih dahulu. Casting dapat diumumkan secara luas atau cukup diberitahu lewat rekan-rekan saja. Pemilihan pemain selain diperhatikan dari segi kemampuannya juga dari segi budget/pembiayaan yang dimiliki.

TAHAP PRODUKSI
Tahap Produksi adalah proses yang paling menentukan keberhasilan penciptaan sebuah karya film. proses yang dalam kata lain bisa disebut dengan shooting (pengambilan gambar) ini dipimpin oleh seorang sutradara, orang yang paling bertanggung jawab dalam proses ini. orang yang ikut dalam proses ini antara lain kameraman atau DOP (Director Of Photography) yang mengatur cahaya, warna, dan merekam gambar. Artistik yang mengatur set, make up, wardrobe dan lain sebagainya. dan Soundman yang merekam suara. 

Tahapan ini dimana hampir seluruh team work mulai bekerja. Seorang sutradara, produser atau line produser sangat dituntut kehandalannya untuk mengatasi kru dalam tiap tahap ini. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan adalah :

Manajemen Lapangan
  • Manajemen lapangan mencakup beberapa hal, yaitu:
  • Manajemen lokasi ( perijinan, keamanan, keselamatan )
  • Talent koordinasi ( koordinasi kostum, make up dll )
  • Manajemen waktu ( koordinasi konsumsi, kecepatan kerja, penyediaan alat )
  • Crew koordinasi ( koordinasi para kru )

Attitude dalam bekerja merupakan hal yang sangat penting. Kesabaran, pengertian dan kerjasama merupakan attitude yang diperlukan untuk mencapai sukses. Berdoa sebelum bekerja dan briefing sebelum memulai merupakan hal yang baik untuk menyatukan semangat, visi dan attitudeyang diinginkan. Jangan pernah kehilangan control emosi pada saatsyuting. Apalagi semua bekerja dengan keterbatasan waktu.

Shooting
Tahap ini adalah tahap dimana kepiawaian sutradara, DOP, dan kru sangat menentukan. Kualitas gambar adalah selalu ingin kita capai. Oleh karena itu penguasaan kamera dan ligthing sangatlah penting. Untuk mencapai hasil maksimal dengan alat yang kita gunakan, ada beberapa hal yang harus kita ketahui.

1. Shooting Outdoor
Shooting outdoor biasa menekan budget, namun harus berhati-hati melakukannya karena sangat bergantung dari keadaan cuaca saat syuting dilakukan. Beberapa yang harus dipersiapkan saat syuting outdoor adalah : 
  • cahaya matahari ( hard, soft ) 
  • reflector ( silver, gold ) 
  • hujan buatan 
  • camera setting ( irish, speed, white balance, focus) 
  • crowd control ( working with ekstras )
2. Shooting Indoor 
Shooting indoor lebih cepat terkontrol daripada shooting outdoor, namun dibutuhkan peralatan yang cukup lengkap. Antara lain :
  • penggunaan lighting sederhana 
  • penggunaan filter 
  • make up 
  • pemilihan back ground 
  • monitor

3. Visual Efek
Beberapa trik mudah untuk dilakukan untuk membuat video kelihatan lebih menarik antara lain dengan : 
  • reserve motion 
  • fast motion ( normal lipsync ) 
  • slow motion (normal lipsync ) 
  • crhoma key ( blue screen )
Beberapa hal lain pada saat produksi yang juga perlu untuk diperhatikan yaitu : 
  • makan/ logistik
  • sewa peralatan
  • film
  • transportasi
  • akomodasi
  • telekomunikasi
  • dokumentasi
  • medis

Tata Setting
Set construction merupakan bangunan latar belakang untuk keperluan pengambilan gambar. Setting tidak selalu berbentuk bangunan dekorasi tetapi lebih menekankan bagaimana membuat suasana ruang mendukung dan mempertegas latar peristiwa sehingga mengantarkan alur cerita secara menarik.

Tata Suara
Untuk menghasilkan suara yang baik maka diperlukan jenis mikrofon yang tepat dan berkualitas. Jenis mirofon yang digunakan adalah yang mudah dibawa, peka terhadap sumber suara, dan mampu meredam noise (gangguan suara) di dalam dan di luar ruangan.

Tata Cahaya
Penataan cahaya dalam produksi film sangat menentukan bagus tidaknya kualitas teknik film tersebut. Seperti fotografi, film juga dapat di ibaratkan melukis dengan menggunakan cahaya. Jika tidak ada cahaya sedikitpun maka kamera tidak akan dapat merekam objek.

Penataan cahaya dengan menggunakan kamera video cukup memperhatikan perbandingan Hi light (bagian ruang yang paling terang) dan shade (bagian yang tergelap) agar tidak terlalu tinggi atau biasa disebut hight contrast. Sebagai contoh jika pengambilan gambar dengan latar belakang lebih terang dibandingkan dengan artist yang sedang melakukan acting, kita dapat gunakan reflektor untuk menambah cahaya.

Reflektor dapat dibuat sendiri dengan menggunakan styrofoam atau aluminium foil yang ditempelkan di karton tebal atau triplek, dan ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan.

Perlu diperhatikan karakteristik tata cahaya dalam kaitannya dengan kamera yang digunakan. Lebih baik sesuai ketentuan buku petunjuk kamera minimal lighting yang disarankan. Jika melebihi batasan atau dipaksakan maka gambar akan terihat seperti pecah dan tampak titik-titik yang menandakan cahaya under.
Perlu diperhatikan juga tentang standart warna pencahayaan film yang dibuat yang disebut white balance. Disebut white balance karena memang untuk mencari standar warna putih di dalam atau di luar ruangan, karena warna putih mengandung semua unsur warna cahaya.

Tata Kostum
Pakaian yang dikenakan pemain disesuaikan dengan isi cerita. Pengambilan gambar dapat dilakukan tidak sesuai nomor urut adegan, dapat meloncat dari scene satu ke yang lain. Hal ini dilakukan agar lebih mudah, yaitu dengan mengambil seluruh shot yang terjadi pada lokasi yang sama. Oleh karenanya sangat erlu mengidentifikasi kostum pemain. Jangan sampai adegan yang terjadi berurutan mengalami pergantian kostum. Untuk mengantisipasinya maka sebelum pengambilan gambar dimulai para pemain difoto dengan kamera digital terlebih dahulu atau dicatat kostum apa yang dipakai. Tatanan rambut, riasan, kostum dan asesoris yang dikenakan dapat dilihat pada hasil foto dan berguna untuk shot selanjutnya.

Tata Rias
Tata rias pada produksi film berpatokan pada skenario. Tidak hanya pada wajah tetapi juga pada seluruh anggota badan. Tidak membuat untuk lebih cantik atau tampan tetapi lebih ditekankan pada karakter tokoh. Jadi unsur manipulasi sangat berperan pada teknik tata rias, disesuaikan pula bagaimana efeknya pada saat pengambilan gambar dengan kamera. Membuat tampak tua, tampak sakit, tampak jahat/baik, dll.

TAHAP PASCA PRODUKSI
Proses Editing
Proses editing merupakan usaha merapikan dan membuat sebuah tayangan film menjadi lebih berguna dan enak ditonton. Dalam kegiatan ini seorang editor akan merekonstruksi potongan-potongan gambar yang diambil oleh juru kamera. Tugas editor antara lain sebagai berikut: 
  • Menganalisis skenario bersama sutradara dan juru kamera mengenai kontruksi dramatinya. 
  • Melakukan pemilihan shot yang terpakai (OK) dan yang tidak (NG) sesuai shooting report. 
  • Menyiapkan bahan gambar dan menyusun daftar gambar yang memerlukan efek suara. 
  • Berkonsultasi dengan sutradara atas hasil editingnya. 
  • Bertanggung jawab sepenuhnya atas keselamatan semua materi gambar dan suara yang diserahkan kepadanya untuk keperluan editing. 

Review Hasil Editing
Setelah film selesai diproduksi maka kegiatan selanjutnya adalah pemutaran film tersebut secara intern. Alat untuk pemutaran film dapat bermacam-macam, dapat menggunakan VCD/DVD player dengan monitor TV, ataupun dengan PC (CD-ROM) yang diproyeksikan dengan menggunakan LCD (Light Computer Display). Pemutaran intern ini berguna untuk review hasil editing.

Jika ternyata terdapat kekurangan atau penyimpangan dari skenario maka dapat segera diperbaiki. Bagaimanapun juga editor juga manusia biasa yang pasti tidak luput dari kelalaian. Maka kegiatan review ini sangat membantu tercapainya kesempurnaan hasil akhir suatu film.

Persentasi dan Evaluasi
Setelah pemutaran film secara intern dan hasilnya dirasa telah menarik dan sesuai dengan gambaran skenario, maka film dievaluasi bersama-sama dengan kalangan yang lebih luas. Kegiatan evaluasi ini dapat melibatkan : 
  • Ahli Sinematografi, Untuk mengupas film dari segi atau unsur dramatikalnya. 
  • Ahli Produksi Film, Untuk mengupas film dari segi teknik, baik pengambilan gambar, angle, teknik lighting, dll.
  • Ahli Editing Film (Editor), Untuk mengupas dari segi teknik editingnya. 
  • Penonton/penikmat film, Penonton biasanya dapat lebih kritis dari para ahli atau pekerja film.
 Hal ini dikarenakan mereka mengupas dari sudut pandang seorang penikmat film yang mungkin masih awam dalam CaraMembuat Film.
                                        Semoga bermanfaat ya Gan,... ::D


Monday, January 6, 2014

Cara Install BBM di PC / Labtop



Bagi pengguna andoid jelly bean dan iPhone iOS sekarang ini pasti sudah pada menginstall BBM, bagi pengguna android lama seperti samsung galaxy young, Galaxy S mini OS nya masih belum support dan memang pihak blackberry messanger belum merilis bbm untuk OS tersebut.


Jadi bagaimana cara kita menikmati bbm tapi ga punya gadget keren seperti itu ?

Saya punya trick sedikit untuk bisa menikmatinya tapi harus memakai komputer atau laptop, Kita akan memakai virtual , ya anggap aja kita menggunakan android di Komputer


Berikut Aplikasi pendukung untuk Cara Install BBM di PCKomputer

·                      Download dulu Virtual box nya di sini
·                      Download lagi Aplikasi Genymotion, coba cari di sini 
·                     Terus Download lagi Android SDK, di sini juga :D
Mari kita mulai  Cara Install BBM di Komputer
·                      Install VirtualBox nya, tinggal ikutin aj (Next,next dan Next)
·                      Instal Genymotion yang di download tadi 
·                     Setelah install Genymotion login dengan id nya
·                     Pilih Gadget idaman kalian Galaxy S4 terserah deh, yang penting OSnya Jelly bean keatas
·                      

·               Klik Add Next dan Create, dan itu butuh koneksi untuk mengambil virtual devicenya
·                     Jika diminta SDK (Path to Android ) klik Yes dan Browse ke file SDK yang kita download tadi diawal
                 

·                      Setelah berhasil akan ada gambar virtual seperti ini
                  

·                      Masuk ke Playstore dan download BBM, ketik aj di pencarian playstore BBM
·                     Klik pasang, dan tunggu sebentar ya gann,,, 
·                      Selesai dahhh,,,, bey bey,,, 

                           












                                    Good Luck, semoga bermanfaat yaa.. :D 

Mau jadi Programmer Android ?? Klik di sini, dan liat cara2 nya...